Mobil berpenggerak empat roda yang mereka tumpangi terjebak di rawa-rawa.



Hallo brosist! salam super - Dua orang pria bersama anjing mereka terpaksa menghabiskan lima hari di mobil. Ketika itu mobil mereka terjebak di perairan yang dipenuhi buaya.


Selama lima hari, kedua pria dan anjing mereka bertahan di atas atap mobil hingga bantuan datang untuk menyelamatkan mereka.


Dikutip dari laman ABC Australia,kisah ini berawal ketika pada Jumat pekan lalu, dua orang nelayan dan anjing mereka pergi ke daerah terpencil Kimberley.


Kawasan itu merupakan wilayah paling utara negara bagian Australia Barat.

Namun celaka, mobilfour-wheel driveatau berpenggerak empat roda yang mereka tumpangi terjebak di rawa-rawa.


Ketika itu keadaan sedang pasang. Dengan mobil yang mulai dipenuhi air laut dan terjebak di lumpur, kedua nelayan dan anjing mereka naik ke atap mobil untuk menghindari gelombang pasang.


Kondisi semakin sulit ketika beberapa ekor buaya air asin berkeliaran di sekitar mobil.

Buaya itu menunggu kelengahan calon mangsanya.


Charlie Williams (19) dan Beau Bryce-Maurice (37), nama kedua nelayan itu, menggunakan selimut dan handuk, untuk melindungi tubuh mereka dan anjing yang bernama Mindee dari sengatan sinar matahari.


Mereka juga membuat sebuah catatan harian video di telepon genggam mereka jika keduanya tak ditemukan dalam kondisi hidup.


"Saya, Charlie, dan Mindee perlahan-lahan akan mati," Beau mengatakan sambil tertawa dalam salah satu video yang mereka rekam.


"Tak seorang pun bisa menemukan kami. Kami bisa mendengar pesawatterbang melintas. Kalian tak akan bisa memahami bagaimana kesalnya saat pesawatitu melintas," tambah Beau.


"Tadi malam kami dikepung buaya. Mereka mencoba menyerang anjing saya," kata Beau dalam vlog lainnya.


Saat keduanya tak kunjung pulang dari perjalanan ke Semenangjung Dampier itu, keluarga mereka menghubungi polisi. Mendapat laporan itu, polisi langsung menggelar pencarian dan pada Selasa 21 November 2017. Akhirnya, kedua nelayan itu bersama Mindee, si anjing bisa diselamatkan.


Mereka kelelahan, mengalami dehidrasi, dan menderita akibat sengatan sinar matahari tetapi gembira karena bisa ditemukan, apalagi mereka sudah kehabisan air minum saat itu.


"Mereka berada di atap mobil untuk menghindari enam gelombang pasang yang beberapa kali menenggelamkan mobil itu," kata Sersan Mark Balfour.


"Di Kimberley, Anda harus mewaspadai ular dan buaya, dan salah satu dari mereka mengatakan seekor buaya mendekati mobil. Saya yakin hal itu membuat kepanikan," tambah Balfour.


Buaya diketahui banyak hidup di sungai-sungai yang kerap terkena arus pasang, muara sungai, dan hutan bakau di rawa-rawa yang banyak terdapat di Semenanjung Dampier.


"Buaya air asin adalah reptil terbesar di dunia (dalam hal berat badan). Mereka bisa tumbuh hingga lebih dari enam meter dan rahang mereka bisa memberi tekanan hingga beberapa ton," demikian peringatan dinas pariwisata setempat lewat situs resminya.


"Para buaya itu amat besar dan agresif serta jumlah mereka amat banyak di Kimberley," tambah dinas pariwisata.


Lihat videonya di sini[KLIK]