Banding Yamaha-Honda tetap ditolak




Halo brosist! salam super - Upaya banding Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan Astra Honda Motor (AHM) atas keputusan kartel dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tetap ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut).


Mengenai putusannya, Selasa (5/12/2017), majelis hakim PN Jakut, mengatakan, menolak keberatan PT. YIMM serta PT. AHM dan justru menguatkan putusan KPPU.


Sebelumnya di bulan Februari lalu, KPPU mengetok palu usai menyatakan PT. YIMM dan PT AHM tetap bersalah telah melakukan pelanggaran pada Undang-Undang Nomor 5 Pasal 5 Tahun 1999 tentang kesepakatan penetapan harga motor skutik matik 110cc-125cc.


Dalam kasus dengan nomor perkara 4,KPPU-I,2016 itu, YIMM dan AHM dinyatakan melakukan kartel. Setelah itu, PT. YIMM dan PT. AHM sepakat mengajukan banding ke PN Jakut. Sidang keberatan atas keputusan KPPU sudah berlangsung sejak 31 Oktober. Pembacaan keputusan akhir dilakukan pada Selasa (5/12/2017).


"Pertama, menolak permohonan keberatan pemohon keberatan satu dan pemohon keberatan dua, kedua, menguatkan putusan KPPU dengan nomor perkara 4,KPPU-I,2016," kata ketua majelis hakim Titus Tandi seperti sudah diberitakan Kontan.co.id.


Salah satu efek penguatan keputusan "KPPU" oleh "PN Jakpus", PT. YIMM dan PT. AHM tetap wajib membayar denda masing-masing sebesar Rp 25 miliar dan Rp 22,5 miliar.


Denda "AHM" terlihat memang lebih sedikit lantaran karena saat pengadilan "kartel" dinilai "KPPU" lebih koperatif ketimbang "YIMM".


PT. AHM sudah menyatakan bakal mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, sementara PT. YIMM masih butuh waktu buat merespons. (SMB)


Artikel ini telah diterbitkan Kompas.com dengan judul: Banding Ditolak, Yamaha dan Honda Tetap Bersalah Kartel